Category: Coretan Pribadi (page 1 of 3)

Cerita tentang Talenan, Roro Jonggrang dan Pohon Sawit

Apa hubungannya talenan, Roro Jonggrang dan pohon sawit? Memang tidak ada hubungannya. Namun dalam 30 hari, aku belajar sesuatu dari talenan, Roro Jonggrang dan pohon sawit. Mengenal sebuah sisi lain yang ada di Jogja yang selama ini mungkin hanya kalangan tertentu yang mengetahuinya. Ceritanya sangat sederhana dan aku berusaha untuk menceritakannya dengan sederhana pula.

Continue reading

[Blogger Gathering] Sore di Honje Restaurant

Bukan blogger tapi diajakin ikutan blogger gathering, jadilah alasan adanya post ini.

 

Minggu lalu diajakin sama Kak Whini untuk ikutan Blogger Gathering sekaligus icip-icip resto baru, Honje Restaurant. Ada untungnya juga dikenal sebagai orang yang laperan jadi sering diajakin icip-icip deh.

Blogger gathering kali ini dihadiri banyak orang yang udah aku kenal, ada Mas Thomas Arie, Mimit, Mbak Friska, Baba Rasarab dan juga ada Dandy, Dwimon dan Yudan. Selain itu ada akun publik Jogja yaitu @infoJogja, @makanjogja dan @kulinerjogja. Wah rame banget! Ketika datang kita langsung disodorin untuk memilih menu yang akan diicip. Cerita tentang kehebohanku dalam memesan bisa dilihat di sini.

Continue reading

Cerita Sebuah Sandal dan Dompet

Beberapa hari ini, timeline sebelah sana sempat ramai akan sebuah foto screenshot postingan seorang Chef ternama di Instagram dan Facebook. Postingan tersebut berupa sebuah foto sandal dan mesin ATM beserta komen-komen yang mengomentarinya.

Kenapa aku bilang ‘timeline sebelah sana’, karena kebetulan di timelineku sendiri foto screenshot ini tidak terlalu ramai dibicarakan. Namun karena aku mempunyai beberapa list dan timeline lain yang sering dipantau di mana di sana
banyak sekali komentar-komentar yang membahas foto ini, maka aku menyimpulkan ‘di timeline sebelah sana sedang ramai membicarakan foto tersebut’.

Continue reading

Aju LAOAR 101

Beberapa saat yang lalu, sempat sering berseliweran tweet dengan isi ‘Aju Laoar’ dan ‘Aku Utieed’ di timeline sebelah sini. Bila hal ini tidak muncul di timelinemu, berbahagialah! Ini menandakan bahwa timelinemu bersih dari segala tindak keisengan ini. Jadi gini ceritanya..

Continue reading

Hello World!

Hello! Hello!

*bersihin sarang laba-laba di blog*

Kalimat di atas adalah kalimat yang lazim digunakan blogger yang telah lama hiatus dan kembali lagi menulis blog. Sebentar, aku bukan blogger sih, tapi hanya mencontoh teman-teman blogger panutan.

Kenapa bisa begitu lama hiatus dari menulis blog? Banyak hal sih yang bisa menjadi alasannya. Alasan pertama sih karena kebanyakan nongkrong di timeline. Generasi sekrol-sekrol jempol lah maksudnya. Ya ada beberapa (beberapa loh ini, bukan semuanya) blogger yang keasyikan menulis 140 karakter jadi lupa sama blog sendiri. Namun itu cerita lama sih, sekarang banyak yang kembali aktif karena merasa banyak pikiran yang bisa ditumpahkan -sampai-meluap-luap- lewat blog. Apalagi kalau mau cerita panjang di Twitter, bisa terjebak dalam kultwit sementara ada kekhawatiran salah menomori twit selanjutnya *true story*, ya kan namanya juga 140 karakter. Oiya, jadi ingat dulu pernah nulis cerpen tentang dunia 140 karakter, bisa dibaca di sini.

Apapun itu, terserah media apa yang kita gunakan untuk menulis dan berbagi pikiran, semua itu mengasyikan loh! Aku sendiri kembali mulai merapikan (bahkan bikin web baru tentang lapar) pikiran-pikiran yang kira-kira bisa dijadikan materi blog. -Doh, bahasanya-

Apabila ternyata aku kembali malas-malasan menulis lagi, tolong diingatkan ya. Bagi anda yang rajin mengingatkan akan ada goodie bags special dari aku! -otw nyari sponsor-

Namun kepikiran juga sih jadinya, memang apa sih alasan blogger jadi sedikit berkurang aktivitas menulisnya di blog? Setiap blogger pasti punya alasan yang berbeda kan? Aku kepo pengen denger alasannya >,<

 

*disclaimer: ada baiknya omongan tentang goodie bags tidak usah diambil pusing, apalagi diambil hati, karena hati kamu cuma satu

#PiyambakanTrip: 3 Hari Tak Terlupakan Di Ubud

Ubud, The land of beauty

Ubud, tempat yang takkan terlupakan bagiku. Semenjak mengetahui Lala pindah ke Ubud, aku sudah mulai membayangkan Ubud, mendengar ceritanya saja sudah membuatku terlena. Sebenarnya aku sudah pernah mengunjungi Ubud, namun ya karena hanya berkunjung sebentar saja, aku tak pernah memiliki ingatan yang tetap akan Ubud.

Sehingga ketika datang tawaran untuk menginap di kost Lala dan merasakan Ubud, aku tidak melewatkannya begitu saja. Merasa kurang, aku pun mencari hotel yang harus memuaskanku akan alamnya Ubud. Aku tidak memiliki planning khusus di Ubud, hanya ingin menjejakkan kaki di sana lebih lama saja, awalnya. Dan terjadinya #PiyambakanTrip ini hanya untuk 3  hari yang ternyata tidak terlupakan di Ubud.

Continue reading

#PiyambakanTrip: Beach Club di Seputaran Kuta-Seminyak

Huallo!

Dalam #PiyambakanTrip ke Bali ini ternyata tidak semua dijalankan sendirian. Lebih banyak rame-rame daripada sendirian.  *oke ini agak melenceng dari niat awal* Namun aku tetap pede menyebut ini adalah #PiyambakanTrip.

Karena setiap ke Bali selalu bersama keluarga, dan keluargaku adalah tipikal orang yang konvensional, sehingga lebih sering mengunjungi tujuan wisata mainstream. Tidak yang aneh-aneh. Maka ketika bisa berkunjung ke Bali sendiri, aku pengen banget mencoba tempat-tempat ajaib. Beach Club termasuk tempat ajaib bagiku.

Ajaib karena terpesona sama foto-fotonya sih. Hampir semua beach club memiliki foto pantai yang bagus. Aku kan jadi mudah teriming-imingi. Tapi ketertarikan terhadap beach club ini sebenarnya diawali ketika Dekcer dan Denny temannya menculikku di hari pertama kedatanganku. Mereka menceritakan semua beach club yang keren-keren itu sehingga beach club menjadi tempat yang harus kukunjungi dalam #PiyambakanTrip ini.

Continue reading

#PiyambakanTrip: Mari Memulainya!

Hualoo!!

#Piyambakan itu memang kadang-kadang terasa tidak enak. Apalagi kalau #PiyambakanTrip. Beberapa orang menganggapnya aneh. Jalan-jalan kok sendiri? Berbeda dengan diriku yang pengen banget ngerasain #PiyambakanTrip dan ini baru bisa aku lakukan di awal April.

Istilah #PiyambakanTrip baru aku kenal dari Enthon9 dan Bernad yang sering banget share tentang #PiyambakanTrip mereka di Twitter atau Instagram.  Pertama mendengar itu, langsung terlintas di benakku, “aku kudu melakukannya suatu hari nanti!”

Continue reading

Hati, berbahagialah

Hati, sedang apa kamu duduk bermuram durja di sana?
Kenapa kamu malah memilih berlindung di dalam awan gelap itu?

Hati, kenapa mesti menangis?
Siapa lagi yang menaburkan garam di atas luka yang belum sembuh itu?

Hati, kenapa harus menyerah?
Bukannya kamu sendiri yang selalu berperang dengan logika?

Hati, turunkan bendera putih yang terus kau kibarkan itu.
Tegakkan lagi panji-panji kemenangan yang dulu pernah kau banggakan itu.

Ke marilah. Mendekatlah bersamaku di bawah pelangi ini.
Untaikanlah senyuman yang pernah menjadi senjata mautmu.
Atau, terbang lah ke bulan bersama sayap mu yang telah kau lupakan.

Apapun itu, berbahagialah!

Post Mudik Syndrom

Yang namanya perubahan, tidak semua orang bisa menerimanya dengan baik. Ada yang menolak, ada yang bisa beradaptasi dengan cepat dan ada yang malah belum tersadar dengan perubahan yang telah terjadi di sekitarnya.

Sementara bagi diriku sendiri, dalam beberapa hari ini, ada 2 perubahan yang baru saja disadari dan ternyata pembelajaran untuk menerima perubahan itu sangatlah susah, banget!

Continue reading

Older posts

© 2017 Utied Putri

Theme by Anders NorenUp ↑